TIPS BACKPACKING KE TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING

Sunday October 30th, 2016
TANJUNG PUTING NATIONAL PARK
30 October 2016

Setelah pulang dari amazing trip Taman Nasional TanjungPuting (TNTP) minggu lalu Backpacker Borneo kembali akan berbagi tips bagi teman-teman yang ingin melihat langsung  Orangutan semi liar di habitat aslinya. Tak hanya Orangutan, tempat ini juga menjadi kerajaannya berbagai monyet langka salah satunya Bekantan serta berbagai tumbuhan yang hanya bisa ditemukan di hutan Borneo.

Cara Menuju Tanjung Puting.

Taman Nasional Tanjung Puting berada di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat dengan ibu kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Untuk menuju Pangkalan Bun ada beberapa cara;

Dari Jakarta, Semarang atau Surabaya ada maskapai Kalstar dan Trigana Air yang menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Tarif sekali penerbangan berkisar dari Rp. 500.000 sampai 1 jutaan tergantung musim. Dan kabar baiknya tak lama lagi Lion Air juga akan membuka rute menuju Pangkalan Bun.

Bagi yang ingin lebih murah bisa mengambil penerbangan menuju Banjarmasin atau Palangkaraya kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus.

 

Bagi yang di Kalimantan start dari Kota Banjarmasin bisa naik bus jurusan Palangkaraya terlebih dahulu atau yang langsung menuju Pangkalan Bun, bus dari Banjarmasin berangkat pagi menuju Palangkaraya kemudian dilanjutkan sore harinya pukul 4 atau pagi hari pukul 7 dari Palangkaraya menuju Pangkalan Bun.

Ada beberapa PO bus yang melayani trayek Palangkaraya-Pangkalan Bun seperti PO Yessoe dan Logos, ada pilihan bus eksekutif dengan tarif sekitar Rp. 120.000 dan ekonomi dengan tarif dibawah  Rp. 90.000.

Dari Pangkalan Bun menuju Kumai bisa naik Taksi (Sekitar Rp. 160.000), Ojek (Rp. 25.000-40.000) dan angkot (Rp. 5.000).

Juga ada Kapal Pelni yang langsung menuju Pelabuhan Kumai dari Surabaya dan Semarang, biasanya berangkat 2 kali dalam satu minggu, untuk memastikan jadwalnya bisa langsung menghubungi Pelni.

Bagaimana di Tanjung Puting?

Perjalanan menyusuri Taman Nasional Tanjung Puting harus menggunakan Kapal (biasa disebut kelotok oleh masyarakat di Kalimantan) selama beberapa hari di sana kita terus hidup di atas kapal dari mandi, makan dan tidur semuanya dilakukan diatas kapal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *