Desa di tengah hutan

Meranti
27 January 2017

Taman Nasional tanjung puting” lebih di kenal dengan orangutan dan hutan dan di dalam kawasan dengan luas 415.040 Ha dengan jumlah orangutan sekitar 6000 ekor ternyata di dalamnya  ada satu desa  yang bernama desa sei Sekonyer yang masyarkatnya bisa hidup berdampingan dengan orangutan tanpa terjadi konflik,  di sarikan oleh kasri “nama tanjung harapan di ambil dari nama kelompok tani dari dukuh sei sekonyer pada tahun 1968. Dukuh di sahkan menjadi di sahkan menjadi desa dan di pimpin oleh seorang kepala desa bernama pak M .Thalib Tabri sampai pada tahun 1978. Kepala desa yang baru mengajak masyarakat dukuh, membuka lahan untuk pemukiman dan pertanian baru di luar kawasan konservasi ( pada waktu itu suaka margasatwa kotawaringin- sampit). Desa sei sekonyer sempat mencapai kesuksesan besar dengan tercapainya swasembada pangan secara berturut-berturut selama dua kali di tahun yang berbeda dan menjadi desa nomor satu yaitu pada tahun 1978 dan 1979”.

Berdasarkan sejarah di atas maka kita menjadi tau kalau masyarakat desa sei sekonyer dulunya tinggal di kawasan konservasi dan sekarang menjadi  camp tanjung harapan, sejarah itu di perkuat oleh cerita dari Pak Ian salah satu warga desa sekonyer beliau masih ingat dulu area camp tanjung harapan  itu menjadi tempat bermain waktu beliau masih kecil dan TNTP mempunyai ikatan dengan masyarakat sekonyer sebagai bagian dari “Rumah” dan kata beliau camp tanjung harapan selalu dalam pengawasan masyarat desa sekonyer.

Comments are closed.